Laporan Keuangan


Kesehatan finansial bisnis — profitabilitas, struktur biaya, dan margin per periode.


30 Hari Terakhir — 29 Mar 2026 – 27 Apr 2026

Sweet spot untuk keputusan operasional — cukup panjang untuk melihat pola stabil, cukup pendek untuk bereaksi.

Lapis 1 — Headline Margin

Net Margin 30 Hari (%)

20.5%

2.90 30 hari sebelumnya

Gross Revenue (Rp)

756,162,000

620,777,000 30 hari sebelumnya

Net Revenue (Rp)

155,333,165

Total Biaya (Rp)

600,828,835

602,701,050 30 hari sebelumnya

Margin 20.5% — sehat dan membaik (+17.6pp vs 30 hari sebelumnya). Efisiensi biaya tren positif — pertahankan.

Lapis 2 — Bedah Komponen Biaya

Target industri F&B: Bahan ≤32% · SDM ≤22% · Operasional ≤15% · Dari setiap Rp100 revenue, berapa yang habis di masing-masing pos?

🥩 Biaya Bahan — 38.6% dari gross revenue (target ≤32%)
⚠️ Di atas target, tapi sudah turun 9.5pp vs 30 hari sebelumnya (48.1% → 38.6%). Tren membaik — pertahankan.

Dari setiap Rp100 gross revenue bulan ini, Rp38.6 habis untuk bahan baku. Benchmark F&B Indonesia: 28–35%.

Bisa ditekan?

Angka ini sudah melebihi batas target — 30 hari data cukup untuk membuktikan ini bukan fluktuasi. Langkah konkret:

  • Audit menu food cost tertinggi → buka halaman Performa Menu, urutkan berdasarkan revenue tapi cek juga berapa biaya bahannya
  • Tanya ke supplier → apakah ada kenaikan harga yang belum dikomunikasikan? 30 hari data = leverage negosiasi yang kuat
  • Bandingkan waste per cabang → buka halaman Inventori, cek rasio beli/pakai — cabang mana yang paling boros?
👨‍💼 Biaya SDM — 15.9% dari gross revenue (target ≤22%)
✅ Dalam target. vs 30 hari sebelumnya: 19.3% → 15.9% (-3.4pp)

Dari setiap Rp100 gross revenue, Rp15.9 habis untuk biaya SDM (gaji, tunjangan makan, lembur). Benchmark F&B Indonesia: 18–25%.

Bisa ditekan?

Masih dalam target. Kalau mendekati 22%, evaluasi apakah ada lembur yang tidak perlu atau penempatan staf yang tidak efisien di hari sepi.
🏢 Biaya Operasional — 25% dari gross revenue (target ≤15%)
⚠️ Di atas target, tapi turun 4.6pp vs 30 hari sebelumnya. Tren membaik.

Dari setiap Rp100 gross revenue, Rp25 habis untuk biaya operasional (sewa, listrik, air, utilitas). Biaya ini sebagian besar fixed — sulit ditekan jangka pendek.

Bisa ditekan?

Biaya operasional yang tinggi biasanya bukan masalah efisiensi harian, melainkan masalah negosiasi kontrak. Langkah yang realistis:

  • Review kontrak sewa → apakah ada klausa renegosiasi? 30 hari data dengan margin terkanan adalah argumen yang kuat
  • Audit konsumsi listrik → AC dan peralatan dapur adalah pengonsumsi terbesar. Apakah ada yang menyala di luar jam operasional?
  • Bandingkan ops% antar cabang → cabang dengan ops% jauh di atas rata-rata mungkin punya kontrak yang tidak efisien

Lapis 3 — Performa per Cabang

📊 Gap margin antar cabang: 44.8pp — Cabang Pusat (36.7%) vs Cabang Utara (-8.1%).
Gap di atas 5pp biasanya sinyal ada inefisiensi struktural di cabang terlemah — bukan sekadar perbedaan lokasi. Detail ada di halaman Performa Cabang.
🔴 1 cabang kritis (margin di bawah 10%). Perlu evaluasi biaya segera — lihat detail di halaman Performa Cabang.
No Results

Detail breakdown biaya dan tren per cabang ada di halaman Performa Cabang.


Tren Margin Bulanan per Cabang

Loading...
ℹ️ 30 hari adalah basis yang solid untuk keputusan operasional — negosiasi supplier, evaluasi menu, penyesuaian jadwal staf. Untuk keputusan struktural (ekspansi, renovasi, kontrak jangka panjang), lihat periode 90 hari.